Kamis, 05 Januari 2012

GONE (sayangi selagi masih hidup)


okeee. lama enggak nge-post ini lae, yaa tugas di kampus banyak kali, padahal dosennya sebagian banyak yang gentayangan ato aku-nya yang laen yaa?? hahaha.
oke aku mau cerita ini soal cerita yg aku dengar dari seseorang yang mencintai suaminya, mungkin subjek cerita ini terlalu dewasa bagi kita tapi kita bisa ambil hikmah dari kejadan yang dialami-nya.
"who knows" ini bakal terjadi pada kita yagak??
Oke kita ke cerita.
            Aku punya kenalan namanya wak titi, dia berumur skitar 60an, dia bekerja serabutan, kadang dia nyetrika, kadang dia nyuci di rumah orang yang mau nerima jasanya.Nah, mamak aku ini minta tolong supaya wak titi gosok pakaian di rumah aku. Wak titi nyetrika di rumah aku biasanya siang hari, karena pagi dia nyuci ditempat orang lain. Siang hari sewaktu nyetrika, aku ngambil baju buat dipakek ke kuliah, sewaktu aku ngambil baju, wak titi ngajak aku bicara;
“nak mau kuliah ya?” wak titi.
“iya wak mau kuliah, sejam lagi masuk” jawabku.
“iyaa, belajar yang bagus ya nak supaya orag tuamu bangga” wak titi.
“kalok itu gak usah ditanya wak. Hahaha” jawabku.
“ngambil jurusan akuntansi kan nak?” tanya wak titi.
“iya wak ngambil akuntansi tapi rada heng kalok disuruh kerjakan akuntansi  -___-“ jawabku.
“hahaha itu gak papa, asal kita latihan yang giat” kata wak titi.
“iyaa juga ya wak” jawabku.
“wawakmu (paman) yang udah almarhum jugs sarjana akuntansi kayak kau nak” kata wak titi.
“iya wak? Waahh pasti pinter ya wak” tanya aku.
“memang pinter dia nak. Hemmm, sewaktu bekerja di p*pn dia sangat rajin masuk kantor, dia belik mobil bekas buat berangkat ke kantor sekaligus buat kami liburan sekeluarga, kawan dia dikantor bilang suami wawak sangatlah loyal kepada kawannya, dia ramah ke sesama kawan dan atasannya. Dia sering melucu ketika saat sedang berkumpul, bercanda seakan tidak punya punya sakit” kata wak titi.
“emang wawak sakit apa wak?” tanyaku.
“wawakmu sakit paru-paru nak dan wawak tidak tahu soal itu sampai dia mengalami batuk yang sangat parah selama 1 bulan” jawab wak titi sambil memandangi baju yang sangat menumpuk.
“terus wak?” tanyaku dgn penasaran.
“sehingga wawakmu meninggal akibat radang paru-paru yang sudah parah, hingga dia masuk ICU selama 2 minggu dan akhirnya meninggal” jawab wak titi lemas.
“innalillahi” jawabku sedih.
“wawakmu mempunyai banyak keinginan nak, mungkin sangking banyak wawak hanya ingat beberapa saja” jawab wak titi.
“apa itu wak?” tanyaku pelan
“wawakmu pingin ke kantor dengan tas seperti bos dia nak. Dia ingin tampil rapi dengan kemeja yang rapi ke kantor sambil memegang tas yang diinginkannya. Tapi siapa tau kalok dia bakal pergi secepat itu. Dia meninggalkan banyak keinginan di dalam hidupnya, tapi wawak sendiri tidak tahu kalok dia sedang sakit, mungkin ini akibat dia kebanyakan merokok. Sehingga wawakmu meninggal akibat radang paru-paru seperti wawak bilang tadi”
Jawab wak titi.
“pasti berat kehilangan itu ya wak” tanyaku.
“memang berat nak tapi udah dipanggil yang Maha Kuasa wawak gak bisa berbuat banyak” jawab wak titi sambil beresin pakaian yang sudah disetrika tadi.
“heemm” jawabku.
Aku cuman bisa terdiam dan tidak berkata apa-apa, aku cuman bayangin orang tua yang aku cintai sampek mati ingin melihat aku sukses di masa depan kelak. Memang keinginan aku yang paling tinggi itu memberangkatkan orang tua aku naik haji. Semoga keinginan aku ini dijabah dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya Allah.
            Aku pun segera berangkat kuliah dikarenakan masuk kuliah setengah jam lagi, belom lagi kenak macet. Jadi aku pamitan dengan wak titi yang sudah rampung menyetrika pakaian yang dia setrika.
“wak, Adzan pergi dulu ya, makasi udah cerita ya wak”
“iya nak sama-sama. Belajar yang bagus ya nak” bilang wak titi.
“pasti wak” jawab aku samil tersenyum sendu melihat wak titi.
“assalamualaikum” aku.
“waalaikumsalam” jawab wak titi.
            Aku pakek baju aku dan aku naek kereta ke kampus aku. Dijalan aku cuman membayangkan bagaimana aku di masa depan kelak. Apakah aku akan sukses? Apakah aku akan menaikkan mamak aku naik haji? Aku tidak tahu itu, yang pasti aku belajar aja, meskipun yaa agak males juga lae, tapi aku bertekad akan sukses di masa depan. Dan, aku terpikir bahwa mencintai orang yang kita sayangi itu jauh lebih berarti daripada kita mencintai orang yang kita sayangi tetapi sudah tidak ada.
            Aku mencintai keluarga aku, aku mencintai mamak,bapak, kakak aku yang cerewet dan adek aku yang bandel. Meskipun saudaraku kayak gitu aku tetep mencintai mereka lebih spesial lagi sama mamak dan bapak aku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar